Samarinda Bakal Verifikasi Lapangan Hybrid Kota Layak Anak 2025
KLIKSAMARINDA – Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjalani verifikasi lapangan hybrid pada Senin 16 Juni 2025 dalam rangka mewujudkan Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025.
Persiapan matang jelang verifikasi lapangan hybrid ini dilakukan untuk meningkatkan kategori dari Nindya menuju kategori utama KLA.
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, Syarifuddin Nur, menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas KLA di Kantor Bapperida Kota Samarinda, Rabu 11 Juni 2025.
Verifikasi lapangan hybrid merupakan tahapan lanjutan setelah evaluasi mandiri dan verifikasi administrasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Samarinda berhasil meraih prestasi gemilang dengan skor 928,3 poin dalam evaluasi mandiri dan 846,37 poin dalam verifikasi administrasi.
“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Samarinda dalam mewujudkan kota yang ramah dan layak bagi anak-anak,” ungkap Syarifuddin, Rabu 11 Juni 2025.
Jelang verifikasi lapangan, DP2PA telah melakukan pembinaan intensif pada lima klaster lokus yang menjadi sasaran penilaian.
Klaster pertama hingga kelima meliputi institusi pendidikan dan kesehatan yang telah menerapkan konsep ramah anak.
“Kluster 1, 2, 3, 4, dan 5 seperti SDN 008 Samarinda Kota, SMP 10 Samarinda sebagai sekolah ramah anak. Kemudian Puskesmas Air Putih, Puskesmas Kota, dan Puskesmas Samarinda sebagai puskesmas ramah anak,” jelasnya.
Selain itu, terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti ruang ibadah ramah anak, pusat informasi ramah anak, lembaga perlindungan khusus ramah anak, serta kelurahan ramah anak yang telah disiapkan untuk mendukung program KLA.
Untuk mendukung Samarinda menjadi Kota Layak Anak 2025, DP2PA membentuk gugus tugas KLA yang terdiri dari berbagai perangkat daerah.
Pembentukan gugus tugas ini merupakan strategi penguatan pada empat pilar KLA.
“Penyelenggaraan gugus tugas KLA di Kota Samarinda adalah salah satu bentuk penguatan pada empat pilar KLA, yaitu perangkat daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media massa,” kata Syarifuddin.
Saat ini Samarinda berada pada kategori Nindya dalam penilaian KLA. Melalui persiapan komprehensif dan komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder, Syarifuddin optimis Samarinda dapat meraih kategori utama Kota Layak Anak 2025.
Verifikasi lapangan hybrid yang akan dilaksanakan pada 16 Juni mendatang menjadi momentum penting bagi Samarinda untuk membuktikan keseriusan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi tumbuh kembang anak-anak di ibu kota Kalimantan Timur. (*)



